Lewati ke konten
Asuransi

AASI Dorong Pengembangan Ragam Produk dan Tenaga Pemasar Asuransi Syariah

AASI menekankan pentingnya variasi produk dan peningkatan tenaga pemasar guna mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah.

Foto dari laporan Kontan
Foto: Kontan

Menurut laporan Kontan pada 16 Oktober 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti keterbatasan variasi produk sebagai salah satu tantangan industri asuransi syariah dalam peta jalan pengembangan perasuransian 2023-2027. Kondisi ini membuat banyak masyarakat beralih memilih asuransi konvensional karena produk syariah dinilai tidak berbeda jauh. Sementara itu, OJK mencatat perolehan premi atau kontribusi asuransi syariah mencapai Rp 15,96 triliun per Agustus 2026, terkontraksi sebesar 0,12% secara tahunan.

Menanggapi situasi tersebut, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyatakan bahwa industri perlu menghadirkan inovasi produk demi memperkuat daya tarik pasar. Ketua Umum AASI Fauzi Arfan menjelaskan bahwa produk asuransi syariah harus memiliki nilai tambah nyata melalui landasan tolong-menolong, kemudahan klaim, dan kontribusi yang terjangkau. Bagi pasar massal, penyediaan akses melalui kanal digital serta pilihan pembayaran yang sederhana menjadi faktor penting dalam menjangkau masyarakat.

Selain pasar massal, Fauzi menekankan bahwa segmen seperti keluarga, komunitas, dan UMKM memerlukan produk yang dirancang sesuai risiko masing-masing. Langkah inovasi produk tersebut juga harus didukung oleh penguatan jalur distribusi. Fauzi menambahkan bahwa industri perlu memperbanyak jumlah tenaga pemasar sekaligus meningkatkan kompetensi mereka agar mampu mengedukasi serta menjelaskan produk kepada calon peserta secara tepat.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Perusahaan asuransi syariah perlu memperluas portofolio produk berbasis segmen tertentu, seperti keluarga dan UMKM. Penyesuaian manfaat dengan kebutuhan risiko nasabah dapat menjadi pembeda utama dibandingkan produk konvensional sekaligus membalikkan tren penurunan kontribusi.
  • Pemanfaatan kanal digital menjadi keharusan bagi perusahaan untuk mempermudah akses pendaftaran, transaksi pembayaran, hingga pengajuan klaim. Integrasi teknologi digital ini sangat krusial dalam memperluas kepesertaan pada pasar massal secara lebih efisien.
  • Agensi dan tenaga pemasar dituntut untuk terus mengasah pemahaman produk serta kemampuan komunikasi. Tenaga pemasar yang kompeten berperan vital dalam menjelaskan nilai tolong-menolong dan keunggulan syariah secara transparan kepada calon peserta.
  • Asuransi Syariah
  • AASI
  • OJK
  • Inovasi Produk
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView