AAUI Soroti Beban Iuran dan Batas Penjaminan Polis Tahap Awal Sebesar Rp500 Juta
AAUI menilai batas penjaminan polis Rp500 juta memadai untuk tahap awal, namun mengingatkan kesiapan iuran dan sistem pelaporan.

Menurut laporan Warta Ekonomi pada 20 Oktober 2026, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai usulan batas penjaminan polis senilai Rp500 juta tergolong proporsional untuk tahap awal Program Penjaminan Polis (PPP). Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan bahwa nilai penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut memadai apabila kajian LPS menunjukkan perlindungan sudah mencakup sedikitnya 90% pemegang polis saat perusahaan asuransi mengalami kegagalan.
Budi Herawan menerangkan bahwa angka Rp500 juta ini bukan batas maksimal uang pertanggungan yang diberikan kepada nasabah, karena pada lini kendaraan, properti, dan risiko komersial, nilai pertanggungan dapat melampaui batas penjaminan. AAUI mengingatkan pentingnya evaluasi berkala dan meminta implementasi dilakukan bertahap agar perusahaan dapat mematangkan kesehatan keuangan, sistem pelaporan, data polis, serta beban iuran LPS di tengah tuntutan penguatan permodalan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan regulator mendukung penetapan besaran iuran PPP yang mencerminkan prinsip kehati-hatian serta proporsionalitas. Langkah ini bertujuan agar kewajiban iuran tidak membebani industri secara berlebihan, menjaga keberlanjutan program, dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Perusahaan asuransi umum harus segera mengaudit sistem data polis serta pelaporan internal agar selaras dengan kriteria penjaminan LPS tanpa mengganggu pemenuhan modal regulasi.
- Bagi agensi dan agen pemasar, pemahaman bahwa batas penjaminan Rp500 juta berbeda dari nilai uang pertanggungan riil sangat penting untuk diedukasikan kepada nasabah lini komersial, kendaraan, dan properti.
- Kewajiban iuran penjaminan menuntut manajemen asuransi mengkaji ulang struktur beban keuangan secara cermat agar profitabilitas dan operasional agensi tetap terjaga stabil.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


