Lewati ke konten
Asuransi

Aset Asuransi Tumbuh Mencapai Rp1.192,84 Triliun Hingga September 2026

OJK mencatat aset asuransi mencapai Rp1.192,84 triliun hingga September 2026 dengan rasio permodalan yang berada jauh di atas ketentuan.

Ilustrasi AI: Miniatur rumah dan balok kayu di atas meja kantor modern.
Ilustrasi: AI Gambar dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto peristiwa.

Menurut laporan Infobanknews, Otoritas Jasa Keuangan memaparkan bahwa aset industri asuransi menembus angka Rp1.192,84 triliun hingga September 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,98 persen secara tahunan. Kinerja sektor keuangan non-bank secara keseluruhan dinilai tetap terjaga serta stabil pada kuartal ketiga tahun 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada Selasa, 3 November 2026, bahwa tingkat ketahanan modal industri asuransi berada dalam posisi memadai. Rasio kecukupan modal atau risk based capital asuransi jiwa tercatat sebesar 471,95 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi mencapai 331,84 persen, melampaui ketentuan batas minimum dari regulator yakni 120 persen.

Selain asuransi, aset dana pensiun tumbuh 6,11 persen menjadi Rp1.721,91 triliun, dengan dana pensiun program sukarela tercatat Rp410,97 triliun. Pada sektor pembiayaan, piutang bertumbuh 2,21 persen menjadi Rp518,34 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah bruto 2,98 persen dan neto 0,81 persen, sementara pinjaman daring mencatat pembiayaan Rp106,46 triliun dengan pertumbuhan 17,02 persen.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Tingkat ketahanan modal asuransi jiwa dan umum yang melampaui batas minimum memberikan jaminan solvabilitas jangka panjang. Kondisi ini menjadi modal penting bagi agen dan agensi untuk meningkatkan keyakinan nasabah saat menawarkan produk proteksi.
  • Kenaikan aset dana pensiun menunjukkan perluasan pengelolaan dana jangka panjang di masyarakat. Pelaku industri asuransi dapat memaksimalkan tren tersebut guna memperkuat kemitraan dan penetrasi produk asuransi terkait perlindungan hari tua.
  • Pertumbuhan sektor pembiayaan dan pinjaman daring membuka ruang kerja sama integrasi produk asuransi kredit. Perusahaan asuransi dapat memanfaatkan ekspansi pembiayaan ini untuk memperluas jangkauan premi proteksi risiko gagal bayar.
  • Aset Asuransi
  • Permodalan Asuransi
  • OJK
  • Industri Keuangan
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView