Lewati ke konten
Asuransi

Dewan Asuransi Indonesia Jajaki Peluang Asuransi Karbon dan Catastrophe Bonds

DAI mulai mengkaji pengembangan asuransi karbon dan instrumen obligasi bencana sebagai alternatif mitigasi risiko industri.

Foto dari laporan Metro TV News
Foto: Metro TV News

Menurut laporan Metro TV News, Dewan Asuransi Indonesia mulai menjajaki potensi pengembangan asuransi karbon bersama berbagai pihak. Inisiatif ini dikaji sebagai bagian dari pencarian alternatif perlindungan risiko serta pendanaan untuk menghadapi dampak bencana yang membutuhkan biaya penanganan besar. Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers Rangkaian Hari Asuransi 2026 di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Yulius menjelaskan bahwa diskusi mengenai instrumen ini masih berada pada tahap teknis dan industri masih mendalami karakteristik serta konsep perlindungannya. Terkait hal tersebut, Yulius Bhayangkara menyebutkan bahwa "Bahkan kita juga mau masuk ke carbon credit ya, sudah ada pembicaraan" yang sifatnya sangat teknis. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk produk, rincian perlindungan, maupun target waktu peluncurannya ke pasar.

Selain asuransi karbon, industri asuransi juga sedang membahas instrumen perlindungan bencana alam lewat catastrophe bonds atau obligasi bencana. Instrumen ini disiapkan sebagai alternatif pendanaan negara dalam menghadapi risiko bencana yang kerap melanda Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, serta letusan gunung berapi.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Eksplorasi lini perlindungan karbon membuka peluang diversifikasi portofolio baru bagi perusahaan asuransi. Pelaku industri dapat mulai mempelajari skema risiko hijau agar siap merancang solusi penjaminan saat regulasi dan pasarnya terbentuk.
  • Wacana penggunaan catastrophe bonds memperluas opsi mitigasi risiko katastropik berskala besar. Perusahaan asuransi dan reasuransi dapat memetakan kapasitas modal serta transfer risiko bencana alam secara lebih terstruktur untuk menjaga stabilitas neraca keuangan.
  • Bagi agensi dan tenaga pemasar, penjajakan produk baru ini menuntut pemahaman teknis yang mendalam sejak dini. Agen asuransi perlu meningkatkan literasi seputar kredit karbon dan risiko iklim untuk menyasar segmen korporasi di masa depan.
  • Asuransi Karbon
  • Dewan Asuransi Indonesia
  • Catastrophe Bonds
  • Mitigasi Bencana
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView