DAI Soroti Tiga Fokus Pembenahan Industri Asuransi pada Fase Reset 2026
DAI memaparkan tiga fokus pembenahan industri asuransi nasional pada 2026 menyusul berbagai perubahan regulasi finansial dan operasional.

Menurut laporan Media Asuransi News, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyampaikan bahwa industri perasuransian nasional sedang memasuki fase reset pada 2026. Langkah ini dipicu oleh berlakunya serangkaian regulasi baru, mulai dari ketentuan Risk-Based Capital (RBC), aturan modal minimum, pemisahan unit usaha syariah atau spin-off, hingga penerapan standar akuntansi keuangan yang baru. Ketua Umum DAI Yulius Bhayangkara mengutarakan hal tersebut saat peringatan Hari Asuransi di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Yulius memaparkan tiga fokus utama pembenahan industri. Fokus pertama bertumpu pada penguatan kondisi finansial agar perusahaan asuransi memiliki ketahanan dana yang memadai untuk melunasi kewajiban klaim kepada pemegang polis. Fokus kedua berpusat pada pengembangan kapabilitas sistem dan SDM, termasuk integrasi layanan digital ke dalam produk asuransi seperti asuransi kesehatan, serta penguatan kompetensi pimpinan melalui Insurance Executive Leadership Program.
Fokus ketiga menuntut penyesuaian produk dengan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia. Yulius menekankan bahwa modal besar dan tenaga ahli yang kompeten tidak akan efektif jika produk yang dijual tidak relevan dengan konsumen. Sebaliknya, produk yang diminati pasar juga harus ditopang oleh kemampuan riil perusahaan dalam menuntaskan pembayaran klaim.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Penerapan standar akuntansi baru dan ketentuan permodalan menuntut perusahaan asuransi mengelola cadangan dana secara lebih disiplin. Hal ini krusial bagi agensi dan agen untuk meyakinkan calon nasabah bahwa perusahaan memiliki solvabilitas yang terjamin dalam jangka panjang.
- Digitalisasi yang terintegrasi langsung pada produk, seperti asuransi kesehatan, memberikan kemudahan bagi agen dalam menyajikan perlindungan yang responsif. Efisiensi sistem juga membantu mempercepat rantai pelayanan administrasi dan klaim bagi pemegang polis.
- Relevansi produk menjadi penentu keberhasilan penjualan di lapangan. Agen pemasar perlu berfokus pada solusi proteksi yang tepat sasaran bagi masyarakat tanpa mengabaikan kesiapan kapasitas keuangan penanggung dalam menunaikan hak klaim nasabah.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


