Klaim Kargo Laut Melonjak 16,95 Persen, Asei Soroti Perlunya Penetapan Tarif Berbasis Risiko
OJK mencatat klaim marine cargo naik 16,95 persen per Agustus 2026, memicu Asei mengimbau pengetatan underwriting dan tarif berbasis risiko.

Menurut laporan Kontan, data Otoritas Jasa Keuangan mencatat klaim asuransi marine cargo naik sebesar 16,95% secara tahunan per Agustus 2026, sedangkan pertumbuhan premi lini tersebut hanya mencapai 3,49%. Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Dody Dalimunthe, pada Kamis, 22 Oktober 2026, menyebutkan bahwa ketimpangan ini menjadi sinyal nyata bahwa "tekanan risiko pada lini marine cargo perlu diwaspadai" oleh pelaku industri.
Dody menjelaskan beberapa faktor pemicu kenaikan klaim tersebut, antara lain meningkatnya frekuensi dan nilai kerugian seperti kerusakan muatan, kecelakaan, kebakaran, kapal kandas, persaingan tarif, hingga ketidakpastian geopolitik. Selain itu, fenomena kemarau panjang yang menyurutkan debit air Sungai Mahakam, Barito, dan Kapuas berpotensi mengganggu pelayaran tongkang batubara, menimbulkan risiko tongkang bocor atau kandas, serta memicu penurunan mutu kargo akibat penumpukan barang.
Untuk mengatasinya, Dody menegaskan perlunya disiplin underwriting dan penerapan penetapan tarif berbasis risiko yang disesuaikan dengan jenis komoditas, rute pelayaran, moda transportasi, serta riwayat klaim. Di sisi lain, peningkatan premi dapat dilakukan secara sehat melalui perluasan pasar lewat kerja sama dengan pelaku logistik, operator pelabuhan, perbankan, dan pengusaha komoditas, termasuk UMKM yang berorientasi ekspor atau melayani rute antarpulau.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Perusahaan asuransi dituntut untuk mengevaluasi kecukupan premi dan menerapkan penyesuaian tarif berbasis risiko secara selektif, guna memastikan nilai eksposur kerugian tidak menggerus hasil underwriting akibat persaingan tarif yang tidak sehat.
- Agensi dan agen pemasar asuransi dapat membidik peluang premi baru dengan memperluas penetrasi ke sektor UMKM berorientasi ekspor serta ekosistem perdagangan antarpulau, sembari memberikan pemahaman klausul polis yang tepat kepada nasabah.
- Pengawasan ketat terhadap akumulasi risiko di pelabuhan, tinggi muka air sungai, serta kepastian dukungan reasuransi menjadi langkah penting bagi tim underwriter dalam memitigasi potensi lonjakan klaim pengangkutan komoditas.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


