LPS dan OJK Siapkan Syarat Kesehatan Finansial untuk Program Penjaminan Polis
LPS bersama OJK merumuskan kriteria kesehatan keuangan dan RBC 120 persen bagi kepesertaan Program Penjaminan Polis.

Menurut laporan Media Asuransi News, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun kriteria kepesertaan Program Penjaminan Polis (PPP). Salah satu tolok ukur utama yang sedang dibahas adalah ketentuan kesehatan finansial, termasuk tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 120 persen. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menyampaikan hal tersebut pada acara Indonesia Rendezvous ke-30 di Bali, Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa skema penjaminan ini dirancang bukan sebagai keanggotaan otomatis, melainkan harus memenuhi syarat tertentu agar berjalan saat industri dalam keadaan sehat.
Berdasarkan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), program ini wajib berjalan paling lambat Januari 2028. LPS telah menyusun proyeksi aktivasi, mulai dari skenario optimistis pada April hingga skenario moderat pada Juli, meski tahun pelaksanaannya masih perlu konfirmasi lebih lanjut. Keberhasilan jadwal tersebut bertumpu pada kesiapan OJK, LPS, Kementerian Keuangan, serta pelaku industri asuransi.
Apabila ada perusahaan yang menghadapi kegagalan, LPS memprioritaskan opsi pengalihan portofolio polis ke entitas lain guna menjaga kesinambungan perlindungan nasabah. Selain itu, LPS berencana menggandeng Third-Party Administrator (TPA) untuk mendukung operasional teknis seperti penanganan klaim, yang akan ditindaklanjuti lewat penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa pihak terkait.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Bagi manajemen perusahaan asuransi, keharusan memenuhi batas RBC 120 persen dan standar kesehatan keuangan menuntut penguatan manajemen risiko serta modal agar dapat lolos kualifikasi kepesertaan penjaminan.
- Bagi agensi dan agen pemasar, keberadaan penjaminan polis yang selektif dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan calon pemegang polis terhadap kredibilitas dan ketahanan finansial perusahaan yang mereka wakili.
- Rencana transfer portofolio jika terjadi kegagalan usaha memberikan kepastian bagi tenaga pemasar bahwa hak dan perlindungan nasabah akan tetap berlanjut tanpa menimbulkan gangguan layanan.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


