OJK Catat Agen Pemasar Sumbang 28,7 Persen Premi Asuransi Jiwa per Juli 2026
OJK melaporkan kanal keagenan menyumbang 28,7 persen premi asuransi jiwa dan 10 persen premi asuransi umum hingga Juli 2026.

Menurut laporan Media Asuransi News pada Kamis, 24 September 2026, Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa jalur keagenan masih memiliki fungsi vital dalam distribusi produk asuransi nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa agen pemasar menyumbang 28,7 persen terhadap premi asuransi jiwa hingga Juli 2026.
Pada industri asuransi umum, kontribusi kanal keagenan tercatat sekitar 10 persen dari keseluruhan premi pada periode yang sama. Ogi menyatakan bahwa peran keagenan tetap krusial dalam menopang laju pertumbuhan industri perasuransian, sehingga industri perlu terus memperkuat kapasitas tenaga pemasarnya. Regulator secara khusus mendorong perusahaan asuransi untuk terus memperkuat kompetensi agen dalam menyampaikan detail produk serta memahami profil kebutuhan konsumen secara mendalam.
OJK juga menilai bahwa digitalisasi penting untuk memperkuat efektivitas kerja para agen di tengah dinamika perubahan perilaku konsumen saat ini. Dukungan teknologi modern diharapkan dapat mempermudah proses pemasaran maupun pemberian layanan menyeluruh kepada calon nasabah dan pemegang polis. Di samping itu, regulator mengingatkan pentingnya praktik pemasaran yang transparan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi keagenan.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Bagi manajemen perusahaan asuransi jiwa dan agensi, porsi premi keagenan yang mendekati sepertiga total bisnis menegaskan bahwa penguatan kapasitas agen tetap menjadi pilar utama pendapatan. Peningkatan kompetensi pemasar mutlak diperlukan agar penjelasan produk lebih akurat dan terhindar dari kesalahpahaman konsumen.
- Pelaku industri asuransi umum perlu mengevaluasi kembali strategi distribusi mereka, mengingat kontribusi agen masih berada di kisaran sepuluh persen. Optimalisasi peran agen di sektor ini dapat menjadi peluang ekspansi baru bila didukung oleh portofolio produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
- Pemanfaatan instrumen digital oleh para agen menjadi kebutuhan penting untuk memperlancar komunikasi pemasaran dan pemberian layanan purnajual kepada pemegang polis. Kombinasi kecakapan personal agen dan efisiensi teknologi digital membantu industri menjawab pergeseran pola interaksi konsumen modern secara lebih adaptif.
- Transparansi dalam setiap proses penawaran produk merupakan keharusan etis bagi agen dan agensi demi memelihara reputasi jangka panjang. Praktik pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan riil nasabah akan memperkuat loyalitas pemegang polis serta mengikis sentimen negatif terhadap industri asuransi.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


