Lewati ke konten
Asuransi

OJK Mendorong Industri Asuransi Syariah Mengembangkan Bisnis Berbasis Ekosistem

OJK mendorong asuransi syariah memperluas jangkauan pasar melalui pendekatan ekosistem dan pemanfaatan teknologi digital.

Ilustrasi AI: Seorang profesional bisnis bekerja di kantor modern menghadap pemandangan kota.
Ilustrasi: AI Gambar dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto peristiwa.

Menurut laporan Media Asuransi News pada 10 Oktober 2026, Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri asuransi syariah memperluas pasar melalui pengembangan bisnis berbasis ekosistem. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses perlindungan bagi masyarakat. Arahan tersebut dipaparkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, pada acara Sharia Insurance Convention & Awards 2026 yang digelar oleh Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Ogi menjelaskan bahwa sektor asuransi syariah memiliki sejumlah segmen sasaran potensial. Sasaran tersebut mencakup kalangan generasi muda, keluarga muda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, komunitas syariah, ekosistem halal, serta kelompok masyarakat yang sejauh ini belum terlayani asuransi secara optimal. Menurutnya, perluasan pasar perlu didukung penyediaan produk sederhana dan relevan, seperti perlindungan dasar, kesehatan, keluarga, maupun asuransi mikro berbasis komunitas.

Selain fokus pada ragam produk yang relevan, OJK juga mendorong pemanfaatan sarana teknologi digital. Kehadiran teknologi digital dinilai penting untuk mempermudah akses masyarakat luas terhadap berbagai produk serta layanan asuransi syariah. Melalui integrasi strategi ini, OJK berharap industri asuransi syariah mampu memperkuat pertumbuhannya di dalam ekosistem keuangan syariah nasional.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Bagi perusahaan dan agensi asuransi, arahan ini membuka peluang ekspansi ke segmen generasi muda, keluarga muda, dan UMKM. Pelaku usaha dapat merancang portofolio asuransi mikro dan proteksi dasar yang lebih terjangkau untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani.
  • Pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan strategis bagi agen dan tenaga pemasar dalam mendistribusikan proteksi. Kanal digital mempermudah interaksi serta mempercepat proses pemasaran produk syariah kepada komunitas maupun ekosistem halal secara efisien.
  • Tenaga pemasar dan agensi perlu mempererat kemitraan dengan komunitas syariah serta pelaku bisnis halal. Langkah kolaboratif ini dapat memperluas basis calon nasabah secara berkelanjutan melalui integrasi layanan di dalam ekosistem keuangan syariah.
  • Asuransi Syariah
  • Regulasi OJK
  • Ekosistem Halal
  • Teknologi Digital
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView