OJK Dorong Pembenahan Industri Asuransi Syariah Lewat Lima Langkah Strategis
OJK menyiapkan lima agenda strategis untuk memperkuat modal, tata kelola, dan kepercayaan pada industri asuransi syariah nasional.

Menurut laporan Media Asuransi News, Otoritas Jasa Keuangan mendorong reformasi berkelanjutan pada sektor perasuransian, termasuk asuransi syariah, melalui lima agenda strategis. Arahan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, pada forum Sharia Insurance Convention & Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Jumat, 9 Oktober 2026.
Agenda reformasi pertama mencakup peningkatan permodalan minimum agar perusahaan asuransi memiliki daya tahan memadai dalam memitigasi risiko. Agenda kedua memprioritaskan penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta alokasi anggaran pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, agenda ketiga berfokus pada persiapan regulasi dan perangkat pendukung Program Penjaminan Polis dengan target implementasi pada Januari 2028.
Dua agenda lainnya meliputi pemulihan kepercayaan masyarakat serta penerapan praktik terbaik internasional. Ogi mengingatkan pentingnya perbaikan kualitas layanan dan perlindungan pemegang polis akibat isu pembayaran klaim di masa lalu. Melalui rangkaian pembenahan ini, Ogi menyatakan pengawasan ditingkatkan agar industri tumbuh "lebih kuat, sehat, dan dapat dipercaya masyarakat".
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Penguatan modal minimum dan kewajiban anggaran pengembangan kompetensi menuntut perusahaan asuransi syariah memperkokoh struktur finansial serta kapabilitas internal. Penyesuaian tata kelola ini menjadi kunci utama agar operasional bisnis tetap patuh terhadap standar pengawasan yang kian ketat.
- Fokus regulator pada penyelesaian klaim dan perlindungan nasabah memberi peluang bagi tenaga pemasar untuk memulihkan keyakinan calon pemegang polis. Kualitas layanan yang transparan akan mempermudah agen syariah dalam membangun loyalitas nasabah serta memperluas penetrasi produk.
- Rencana pemberlakuan Program Penjaminan Polis pada Januari 2028 menjadi tonggak penting yang dapat meningkatkan kepastian proteksi bagi nasabah. Perusahaan dan agensi asuransi perlu mempersiapkan tata kelola portofolio sejak dini guna memastikan kesiapan operasional sebelum aturan tersebut efektif berlaku.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


