Lewati ke konten
AsuransiFokus AI

OJK Ingatkan Industri Asuransi Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Demografi

OJK meminta industri asuransi memperkuat manajemen risiko dan permodalan guna menghadapi penuaan penduduk serta ancaman bencana alam.

Ilustrasi AI: Seorang profesional asuransi memandang pemukiman pesisir di bawah langit mendung.
Ilustrasi: AI Gambar dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto peristiwa.

Menurut laporan Infobanknews, Otoritas Jasa Keuangan meminta pelaku industri asuransi meningkatkan kapasitas dan pengelolaan risiko dalam menghadapi berbagai tantangan baru. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menyampaikan hal tersebut pada acara FWD Economic Outlook 2027 di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Ia menyoroti ancaman bencana alam di berbagai daerah seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, serta Ambon dan Maluku yang berdampak panjang terhadap kesehatan serta kondisi hidup warga.

Selain faktor bencana, OJK menyoroti pergeseran demografi dan penuaan penduduk. Populasi Indonesia tercatat naik dari sekitar 246,3 juta jiwa pada 2010 menjadi 283,5 juta jiwa pada 2024, lalu diproyeksikan mencapai 317,2 juta jiwa pada 2045. Kondisi tersebut memicu lonjakan biaya kesehatan dan memperbesar urgensi proteksi pensiun saat kelompok usia produktif yang menopang pensiunan kian tertekan.

Untuk mengantisipasi beban kewajiban klaim, Iwan menekankan pentingnya kecukupan permodalan, penambahan tenaga ahli, penyesuaian investasi, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI. OJK juga menegaskan bahwa "perilaku agen dan broker perlu dijaga" agar nasabah mendapatkan informasi yang akurat mengenai produk proteksi.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Perusahaan asuransi perlu memperkuat ketahanan modal, tata kelola portofolio investasi, dan kapasitas aktuaria untuk mengantisipasi potensi lonjakan klaim kesehatan serta risiko bencana jangka panjang.
  • Agen dan broker dituntut menyajikan informasi produk secara transparan dan bertanggung jawab, khususnya terkait manfaat perlindungan pensiun dan kesehatan, demi membangun kepercayaan nasabah serta menghindari sengketa polis.
  • Adopsi teknologi digital dan AI menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku industri untuk meningkatkan akurasi penilaian risiko, efisiensi operasional, serta kualitas layanan nasabah di tengah perubahan demografi.
  • OJK
  • Manajemen Risiko
  • Asuransi Kesehatan
  • Dana Pensiun
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView