OJK Menyesuaikan Proyeksi Pertumbuhan Aset Asuransi Tahun 2026 Menjadi 2 Hingga 4 Persen
OJK merevisi proyeksi kenaikan aset asuransi 2026 menjadi 2 hingga 4 persen dengan mempertimbangkan pasar modal dan kondisi makroekonomi.

Menurut laporan Media Asuransi News, Otoritas Jasa Keuangan merevisi proyeksi pertumbuhan aset asuransi pada 2026 menjadi 2 hingga 4 persen. Penyesuaian pandangan sektor jasa keuangan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono pada acara Indonesia Rendezvous ke-30 di Bali, Selasa, 13 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan dinamika makroekonomi. Selain asuransi, OJK memproyeksikan aset dana pensiun tumbuh 4 hingga 6 persen dan aset lembaga penjaminan naik 28 hingga 30 persen.
Hingga Agustus 2026, rasio aset asuransi terhadap Produk Domestik Bruto tercatat baru mencapai 7,88 persen, sedangkan target jangka panjang mencapai 10,5 persen pada 2029 dan 20 persen pada 2045. Ogi menjelaskan bahwa industri perlu membenahi penawaran seperti distribusi sumber daya manusia dan pengembangan produk. Dari sisi permintaan, industri menghadapi tantangan keterjangkauan, kepercayaan masyarakat, serta literasi keuangan yang berada pada tingkat 42,84 persen dengan inklusi 29,55 persen.
Saat ini aset asuransi komersial mencapai Rp987 triliun dengan pertumbuhan tahunan 7,77 persen, kendati pertumbuhan majemuk tahunan dalam lima tahun terakhir hanya 2,9 persen. OJK mengingatkan pentingnya penguatan industri secara menyeluruh melalui modal, tata kelola, manajemen risiko, serta perlindungan nasabah guna menjaga ketahanan dan keberlanjutan.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Bagi perusahaan asuransi, pembaruan proyeksi pertumbuhan aset menuntut perencanaan bisnis yang terukur dan pengelolaan investasi yang disiplin agar tetap stabil di tengah pergerakan pasar modal serta dinamika makroekonomi.
- Jarak antara tingkat literasi 42,84 persen dan inklusi 29,55 persen menjadi peluang bagi agensi serta agen pemasar untuk meningkatkan edukasi dan menawarkan produk yang lebih terjangkau bagi calon nasabah.
- Dorongan OJK terhadap peningkatan tata kelola, kompetensi distribusi tenaga pemasar, dan manajemen risiko menjadi landasan utama bagi industri untuk memperkuat integritas serta memulihkan kepercayaan publik.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


