PAAI Sampaikan Empat Usulan Perpajakan Agen Asuransi kepada Komisi XI DPR
PAAI mengusulkan reformasi mekanisme pajak agen asuransi kepada Komisi XI DPR guna menghadirkan sistem administrasi yang adil dan sederhana.

Menurut laporan detikcom, Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR pada Selasa (29/9/2026). Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun tersebut membahas persoalan pajak profesi agen, termasuk batasan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) dan ketidaksesuaian pemotongan PPh Pasal 21 dengan kewajiban tahunan. Ketua Divisi Investasi & Perpajakan PAAI Henny Esther Dondocambey memaparkan kajian serta simulasi untuk mendorong mekanisme perpajakan yang lebih adil dan sederhana.
Dalam rapat itu, PAAI mengajukan empat usulan pokok. Usulan pertama mencakup evaluasi pemotongan PPh Pasal 21 dengan skema kumulatif atau true-up agar risiko kurang bayar berkurang. Kedua, PAAI mendorong penyesuaian transisi tanpa pembukuan saat omzet menyentuh Rp 4,8 miliar untuk mencegah lonjakan beban kepatuhan. Ketiga, PAAI menawarkan opsi safe harbour dengan dasar penghasilan neto normatif 52,5 persen dari bruto bagi agen di atas ambang batas tertentu, sebelum dikenai tarif progresif Pasal 17 UU PPh. Terakhir, PAAI mengusulkan insentif administrasi, kompetensi, dan perlindungan konsumen demi menarik minat tenaga pemasar berlisensi.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Bagi para agen asuransi, usulan skema pemotongan pajak kumulatif dan opsi safe harbour dapat mencegah lonjakan pembayaran pajak di akhir tahun serta menyederhanakan pelaporan administrasi keuangan pribadi mereka secara lebih teratur.
- Bagi perusahaan asuransi dan agensi, kejelasan regulasi serta penyederhanaan beban kepatuhan pajak berpotensi menjaga retensi tenaga pemasar, sekaligus memperkuat daya tarik profesi keagenan berlisensi dalam merekrut talenta baru.
- Dukungan insentif dan mekanisme perpajakan yang pasti memungkinkan pelaku industri merancang tata kelola kompensasi kemitraan yang lebih transparan dan meminimalkan kendala administratif antara agensi, agen, dan otoritas perpajakan.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


