Pasar Keuangan Tertekan, Laba Industri Pergadaian Melesat Signifikan
IHSG melemah 31,35% sejak awal tahun di tengah lesunya SBN ritel, sementara OJK catat laba pergadaian mencapai Rp 8,57 triliun.

Menurut laporan Kontan pada 13 Oktober 2026, pergerakan pasar keuangan domestik menunjukkan tren beragam di berbagai instrumen. Indeks Harga Saham Gabungan mengalami pelemahan sebesar 2,99% dalam sepekan terakhir dan terkoreksi 31,35% sejak awal tahun. Pada saat yang sama, minat pemodal terhadap Surat Berharga Negara ritel seri SBR015 terpantau masih lesu pada pekan kedua masa penawaran. Volatilitas harga saham dalam jangka pendek juga terimbas perluasan peninjauan metodologi high share holding.
Di sektor perbankan, penyaluran kredit bank swasta masih lesu dengan sektor korporasi di bidang manufaktur dan perdagangan menjadi penopang utama ekspansi. Persaingan bisnis emas melalui aplikasi digital juga kian ramai diperebutkan oleh Mandiri, BRI, dan BCA. Sementara itu, neraca Bank Mandiri menghadapi tantangan risiko likuiditas, kurs, pembiayaan pemerintah, hingga kredit beragunan saham.
Berbeda dari pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan mencatat industri pergadaian membukukan laba Rp 8,57 triliun per Agustus 2026, melonjak 69,73% secara tahunan. Di sektor properti, pelaku usaha mencermati wacana pemerintah yang hendak menaikkan batas penghasilan penerima rumah subsidi hingga Rp 17 juta per bulan.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Pelemahan IHSG sebesar 31,35% menuntut perusahaan asuransi jiwa mengevaluasi portofolio unit link berbasis saham. Tenaga pemasar perlu mengarahkan nasabah pada produk proteksi murni tradisional guna menjaga kepercayaan nasabah di tengah fluktuasi pasar modal.
- Lonjakan laba pergadaian hingga 69,73% mencerminkan tingginya kebutuhan likuiditas tunai di masyarakat. Perusahaan asuransi dan agen dapat mengoptimalkan peluang ini dengan menghadirkan produk asuransi mikro yang terjangkau serta proteksi aset berharga seperti emas.
- Lesunya kredit perbankan umum yang masih ditopang sektor korporasi manufaktur memberi sinyal bagi agensi dan agen asuransi umum untuk memfokuskan penjualan pada asuransi komersial dan penjaminan kredit bagi sektor-sektor produktif tersebut.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


