Lewati ke konten
Asuransi

Pasar Saham Terkoreksi Tajam, Asuransi Umum Pertimbangkan SBN Demi Stabilitas Dana

Industri asuransi umum melirik SBN untuk menstabilkan portofolio investasi saat IHSG tertekan, dengan tetap menjaga likuiditas klaim.

Foto dari laporan Kontan
Foto: Kontan

Menurut laporan Kontan, pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan menjadi perhatian serius bagi pelaku industri asuransi umum dalam mengelola portofolio investasi. IHSG ditutup merosot 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat (16/10/2026), sehingga secara year to date mencatat penurunan 40,73%. Kondisi ini mendorong perusahaan asuransi mengkaji instrumen yang lebih defensif guna menjaga stabilitas portofolio.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe menjelaskan bahwa Surat Berharga Negara menjadi salah satu opsi rasional di tengah volatilitas bursa. SBN dinilai memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari saham serta memberikan pendapatan terukur jika disimpan sampai jatuh tempo. Meski demikian, Dody mengingatkan adanya risiko fluktuasi suku bunga dan harga jika dijual sebelum tenor berakhir. Oleh karena itu, diversifikasi ke instrumen seperti deposito, obligasi korporasi, dan saham tetap disarankan agar likuiditas pemenuhan kewajiban klaim nasabah tidak terganggu, selaras dengan ketentuan POJK Nomor 26 Tahun 2025.

Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan per Juni 2026, total investasi industri asuransi umum mencapai Rp 132,26 triliun, tumbuh 5,8% secara tahunan. Namun, hasil investasi industri justru turun 5,6% menjadi Rp 3,64 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Penyesuaian portofolio ke instrumen berpendapatan tetap memastikan perusahaan asuransi memiliki ketahanan solvabilitas yang kokoh. Kepastian arus kas menjadi kunci utama untuk menjaga kesiapan dana pencairan klaim nasabah saat kondisi pasar modal menghadapi tekanan besar.
  • Agen dan tenaga pemasar dapat memanfaatkan strategi investasi defensif ini sebagai narasi penguat kepercayaan kepada nasabah. Menunjukkan bahwa perusahaan mengutamakan prinsip kehati-hatian serta stabilitas jangka panjang dapat meredakan kekhawatiran pemegang polis terhadap keamanan dana mereka.
  • Manajemen liabilitas yang disiplin menuntut agensi dan penyusun produk untuk lebih cermat menyelaraskan karakteristik produk dengan proyeksi imbal hasil investasi. Fokus pada pengelolaan risiko yang terukur melindungi margin operasional industri dari penurunan imbal hasil yang lebih dalam.
  • Asuransi Umum
  • Investasi
  • Pasar Modal
  • SBN
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView