Peluang Asuransi Data Center Terbuka Seiring Lonjakan Infrastruktur Digital
Pertumbuhan data center membuka potensi pasar baru bagi asuransi dari fase konstruksi hingga operasional fasilitas digital.

Menurut laporan Kontan pada Rabu, 14 Oktober 2026, lonjakan kebutuhan infrastruktur cloud, kecerdasan buatan, dan digitalisasi enterprise mendorong peningkatan pesat tren data center di Indonesia. Merujuk proyeksi BRI Danareksa Sekuritas, kapasitas terpasang data center di tanah air diprediksi mencapai 3,5 gigawatt pada 2030, naik dari posisi sekitar 580 megawatt pada semester I-2026.
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia memandang tren tersebut sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, mulai dari fase pembangunan hingga operasional. Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi menyatakan, "Kami melihat potensi positif pada segmen data center." Pada tahap konstruksi dan pemasangan, perlindungan dapat memakai Contractors' All Risks atau Erection All Risks. Sementara untuk tahap operasional, produk yang relevan meliputi Industrial All Risks, Machinery Breakdown, Electronic Equipment Insurance, serta proteksi tanggung jawab hukum pihak ketiga.
Sancoyo mengingatkan pentingnya penyesuaian polis berdasarkan profil risiko, termasuk evaluasi nilai aset, lokasi, sistem kelistrikan, pendingin, proteksi kebakaran, dan kesiapan penanganan gangguan operasional. Dari sisi kinerja, Tokio Marine Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp 1,23 triliun dan klaim bruto Rp 591,61 miliar per September 2026.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Ekspansi pusat data akibat digitalisasi dan AI membuka lini bisnis komersial baru yang berpotensi meningkatkan portofolio premi melalui produk asuransi rekayasa serta aset operasional. Perusahaan asuransi dapat merancang produk yang mencakup risiko instalasi mesin hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga.
- Tenaga pemasar dan agensi memperoleh peluang memperluas target pasar ke sektor korporasi teknologi dengan menawarkan solusi proteksi berlapis. Agen perlu memahami kompleksitas profil risiko fasilitas teknologi agar dapat memasarkan produk yang tepat sesuai kebutuhan fasilitas digital.
- Penetapan premi dan asesmen risiko menuntut ketelitian tinggi pada aspek teknis seperti keandalan daya listrik, sistem pendingin, dan pencegahan kebakaran. Penilaian menyeluruh ini krusial agar perusahaan asuransi dapat menekan potensi klaim atas gangguan operasional perangkat berharga tinggi.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


