Peluang Premi Asuransi Harta Benda di Tengah Kenaikan Kredit Properti
Kredit properti tumbuh 18,3 persen per Agustus 2026 dan berpotensi menopang pemulihan premi asuransi harta benda di akhir tahun.

Menurut laporan Kontan pada Jumat, 9 Oktober 2026, kenaikan kredit properti membuka peluang bagi industri asuransi umum guna mendorong perolehan premi lini harta benda hingga akhir tahun. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menyatakan bahwa pembiayaan tersebut "memiliki potensi untuk menjadi katalis positif bagi premi asuransi properti". Berdasarkan data Bank Indonesia per Agustus 2026, total kredit properti menembus Rp 1.724,7 triliun atau tumbuh 18,3% year on year (YoY).
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit konstruksi yang melonjak 49,5% secara tahunan menjadi Rp 585,3 triliun, kredit real estate yang naik 15,8% ke angka Rp 281,1 triliun, serta pembiayaan KPR dan KPA yang bertumbuh 4,2% menjadi Rp 858,3 triliun. Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi harta benda turun 13,6% pada semester I-2026 karena pengaruh keluarnya investor asing, penyesuaian tarif premi, dan penilaian ulang risiko.
Irvan menerangkan adanya jeda waktu antara penyaluran pinjaman dan realisasi pendapatan premi asuransi. Kendati pemulihan masih bergantung pada siklus perpanjangan polis serta penetapan tarif, segmen KPR dan KPA dinilai mampu menjaga aliran premi baru karena aset agunan membutuhkan proteksi. Lonjakan pembiayaan konstruksi dan real estate turut membuka peluang perlindungan atas aset yang sedang dibangun.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Lonjakan kredit konstruksi dan real estate memberi ruang bagi perusahaan asuransi untuk mengoptimalkan penjaminan aset baru, meski penyesuaian tarif dan penilaian risiko tetap perlu diperhitungkan secara saksama.
- Agen pemasar dapat membidik potensi penutupan asuransi dari pembiayaan KPR dan KPA yang terus tumbuh, mengingat aset properti yang menjadi agunan pembiayaan secara struktural membutuhkan perlindungan asuransi.
- Pelaku industri dan agensi perlu mengantisipasi adanya jeda waktu realisasi premi dengan mempersiapkan strategi retensi serta perpanjangan polis agar aliran premi dapat ditangkap secara maksimal hingga akhir tahun.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


