Lewati ke konten
AsuransiFokus AI

Pemanfaatan AI di Industri Asuransi Jiwa Perlu Diimbangi Mitigasi Fraud

OJK dan AAJI mendorong pemanfaatan AI pada sektor asuransi jiwa dengan tetap mengedepankan tata kelola serta kewaspadaan terhadap fraud.

Foto dari laporan Media Asuransi News
Foto: Media Asuransi News

Menurut laporan Media Asuransi News, Otoritas Jasa Keuangan bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mendorong industri asuransi jiwa mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, mempercepat layanan, serta memperkuat deteksi kecurangan. Kendati demikian, regulator mengingatkan bahwa penerapan teknologi tersebut harus diimbangi dengan penguatan tata kelola, keamanan data, dan kesiapan sumber daya manusia.

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono, pada pembukaan agenda Future by Design AAJI menyebutkan bahwa AI mampu mengenali pola dalam transaksi bervolume besar. Kemampuan ini memudahkan deteksi anomali pada polis yang sulit dianalisis manual. Namun, Sumarjono mengingatkan bahwa "AI dapat digunakan untuk mendeteksi fraud", sekaligus berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbuat curang, sehingga pengawasan ketat tetap dibutuhkan.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiryono, menegaskan bahwa adaptasi digital mutlak diperlukan agar perusahaan tidak kalah bersaing. Menurutnya, teknologi tidak menggantikan manusia, melainkan menuntut pembaruan kompetensi tenaga kerja. Ketua Panitia Future by Design AAJI, Listianawati Sugiyanto, menambahkan bahwa keterlibatan manusia tetap vital untuk mengevaluasi hasil kerja kecerdasan buatan agar selalu berlandaskan etika dan regulasi.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Perusahaan asuransi jiwa dapat mengoptimalkan kecerdasan buatan untuk menganalisis data transaksi bervolume besar secara cepat. Langkah otomatisasi ini memperkuat sistem deteksi kecurangan sejak dini, sehingga risiko kerugian operasional dapat diminimalkan sekaligus memangkas beban kerja manual dalam penelaahan polis.
  • Bagi agensi dan tenaga pemasar, penguasaan perangkat digital menjadi keharusan agar tetap kompetitif dalam melayani nasabah. Keterampilan baru diperlukan untuk mendampingi teknologi, sehingga proses penjualan dan layanan tetap transparan, mengedepankan etika, serta menjamin keamanan data nasabah.
  • Penerapan teknologi pintar menuntut penguatan tata kelola dan sistem keamanan siber di seluruh lini bisnis asuransi. Evaluasi oleh tenaga kerja profesional tetap mutlak diperlukan untuk memastikan setiap keputusan yang dihasilkan algoritma selaras dengan prinsip moral serta ketentuan regulator.
  • Kecerdasan Buatan
  • Asuransi Jiwa
  • Deteksi Fraud
  • OJK
  • AAJI
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView