OJK Catat Pertumbuhan Positif Aset dan Premi Industri Asuransi pada Semester I/2026
Data OJK menunjukkan aset dan premi industri asuransi tetap tumbuh secara tahunan sepanjang semester I 2026 di tengah tekanan pasar.

Menurut laporan Media Asuransi News pada 11 Oktober 2026, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa total aset industri asuransi terus meningkat secara tahunan sepanjang enam bulan pertama 2026. Pada Januari 2026, nilai aset mencapai Rp1.214,82 triliun atau naik 5,96 persen dari Rp1.146,47 triliun di tahun sebelumnya, lalu menjadi Rp1.219,35 triliun pada Februari 2026 dengan kenaikan 6,80 persen. Pertumbuhan berlanjut pada Maret 2026 dengan aset Rp1.195,75 triliun (naik 4,38 persen), April 2026 senilai Rp1.202,16 triliun (naik 3,39 persen), Mei 2026 sebesar Rp1.197,04 triliun (naik 2,87 persen), serta Juni 2026 mencapai Rp1.184,72 triliun (naik 1,86 persen). Data gabungan ini mencakup asuransi komersial serta sektor non komersial seperti Taspen, Asabri, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Pada segmen asuransi komersial yang meliputi asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi baik konvensional maupun syariah, pertumbuhan aset juga konsisten positif tiap bulan. Nilai aset komersial tercatat Rp995,19 triliun pada Januari (naik 7,48 persen), Rp999,15 triliun pada Februari (naik 8,57 persen), Rp977,53 triliun pada Maret (naik 5,64 persen), Rp984,20 triliun pada April (naik 4,65 persen), Rp977,81 triliun pada Mei (naik 4,05 persen), dan Rp967,75 triliun pada Juni 2026 (naik 2,97 persen). Di sisi pendapatan premi komersial, pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 4,67 persen pada Januari, 3,50 persen pada Februari, 0,74 persen pada Maret, 0,67 persen pada Mei, dan 2,84 persen pada Juni 2026.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Ketahanan aset industri memberi dasar keyakinan bagi perusahaan dan agensi untuk meyakinkan calon nasabah bahwa sektor asuransi tetap solid, meskipun pasar sedang menghadapi tantangan ekonomi.
- Fluktuasi pertumbuhan premi komersial menuntut agen pemasar dan tenaga penjualan untuk mengoptimalkan strategi pendekatan pasar serta memperkuat retensi polis nasabah lama agar target bisnis tetap tercapai.
- Perusahaan asuransi jiwa dan umum perlu terus menyelaraskan pengelolaan portofolio aset dengan strategi pemasaran agar ekspansi bisnis tetap sejalan dengan pertumbuhan kapasitas keuangan perusahaan.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


