Lewati ke konten
Asuransi

Diversifikasi Portofolio Menjadi Kunci Ketahanan Asuransi Astra di Tengah Tekanan Industri

Asuransi Astra mencatat kenaikan pendapatan dan laba berkat diversifikasi portofolio saat industri asuransi umum menghadapi kenaikan klaim.

Ilustrasi AI: Ilustrasi miniatur mobil, stetoskop, dan balok kayu di atas meja kantor.
Ilustrasi: AI Gambar dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto peristiwa.

Menurut laporan Infobanknews, industri asuransi umum Indonesia mengalami penurunan premi sebesar 0,5 persen menjadi Rp58,20 triliun pada kuartal II 2026. Pada periode yang sama, nilai klaim industri melonjak 29,2 persen menjadi Rp27,36 triliun dan laba setelah pajak merosot 32,3 persen menjadi Rp5,41 triliun. Meskipun demikian, lini kendaraan bermotor masih tumbuh 4,9 persen, asuransi kesehatan naik 2,9 persen, serta asuransi kredit meningkat 9,3 persen.

Di tengah tantangan tersebut, PT Asuransi Astra Buana mencatatkan kinerja positif dengan memperkuat diversifikasi di luar lini otomotif. Sepanjang tahun 2025, pendapatan jasa asuransi perusahaan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp8,88 triliun dan laba setelah pajak naik menjadi Rp1,62 triliun. Lini kebakaran membukukan kenaikan 25,6 persen menjadi Rp1,36 triliun, sementara lini kecelakaan diri dan kesehatan bertumbuh 17,6 persen menjadi Rp2,14 triliun.

Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, menjelaskan bahwa diversifikasi portofolio dan disiplin underwriting berbasis data menjadi faktor penopang bisnis perseroan selama tujuh dekade. Perusahaan juga terus memperkuat inovasi digital lewat aplikasi myGarda dan Medcare, layanan Virtual Survey, serta produk Garda Healthtech, Garda Home, dan Garda Trip untuk mempermudah akses proteksi bagi masyarakat.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Perusahaan asuransi perlu memperluas portofolio ke lini non-otomotif seperti properti dan kesehatan. Langkah ini efektif menjaga stabilitas pendapatan dan profitabilitas ketika pasar kendaraan bermotor menghadapi perlambatan atau volatilitas klaim industri.
  • Bagi agensi dan tenaga pemasar, penguasaan produk proteksi kesehatan, properti, dan ritel membuka peluang pendapatan baru. Diversifikasi penawaran mempermudah agen menjangkau kebutuhan nasabah yang lebih luas di luar asuransi kendaraan konvensional.
  • Penerapan teknologi digital seperti survei klaim virtual dan aplikasi terintegrasi mempermudah agen dalam memberikan layanan purnajual yang cepat. Efisiensi operasional ini membantu membangun kepercayaan nasabah ritel terhadap manfaat nyata perlindungan asuransi.
  • Asuransi Umum
  • Asuransi Astra
  • Diversifikasi Portofolio
  • Transformasi Digital
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView