Lewati ke konten
Properti

Peluang Pasar Properti Pergudangan Tumbuh Ditopang Realisasi Investasi Nasional

Pasar properti pergudangan kian diminati seiring realisasi investasi nasional semester I 2026 yang menembus Rp 1.010,6 triliun.

Foto dari laporan detikcom
Foto: detikcom

Menurut laporan detikcom pada 9 Oktober 2026, sektor properti kawasan industri dan pergudangan kini makin dilirik pelaku usaha di luar segmen hunian. Pertumbuhan ini didorong oleh realisasi investasi Indonesia yang dicatat Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencapai Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026, atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, perumahan, kawasan industri, serta perkantoran menjadi penopang capaian tersebut.

Kebutuhan gudang saat ini berfokus pada efisiensi rantai pasok dan distribusi barang, sehingga akses transportasi menuju jalan tol, bandara, serta pelabuhan menjadi faktor krusial. General Manager Business Development and Technical Agung Intiland, Farizki Hakim Rosyidi, menyatakan bahwa pengembangan kawasan bisnis harus dirancang terintegrasi dan fleksibel agar relevan dengan perkembangan operasional pengguna dalam jangka panjang.

Salah satu proyek yang dikembangkan adalah klaster pergudangan Luxima Bizhub di Laksana Business Park milik Agung Intiland. Proyek ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan ruang usaha yang adaptif. Pada September lalu, Agung Intiland meraih penghargaan Best Industrial & Business Park Developer - Indonesia, sementara Luxima Bizhub memenangkan Best Innovative Business Hub Development - Indonesia dalam ajang Indonesia Real Estate Awards 2026.

Kenapa ini penting

Untuk developer, agen, dan pemasar properti

  • Pengembang properti dapat mendiversifikasi portofolio ke sektor pergudangan dan kawasan industri guna menangkap peluang permintaan ruang logistik. Fleksibilitas desain bangunan dan integrasi infrastruktur menjadi kunci utama agar kawasan dapat mengakomodasi ekspansi operasional para penyewa.
  • Agen dan pemasar properti perlu menonjolkan keunggulan konektivitas saat menawarkan properti komersial kepada pelaku usaha. Akses langsung menuju infrastruktur vital seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara menjadi daya tarik utama untuk efisiensi distribusi barang penyewa.
  • Pergeseran kebutuhan ruang komersial menuntut tenaga pemasar memahami ekosistem rantai pasok secara menyeluruh. Properti yang memiliki fasilitas pendukung lengkap dan konsep jangka panjang terbukti memiliki daya saing lebih kuat dalam menarik pelaku bisnis.
  • Kawasan Industri
  • Properti Komersial
  • Pergudangan
  • Investasi Properti
Solusi AtlasGo untuk properti

Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius

ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.

Pelajari ProperView