Lewati ke konten
AsuransiFokus AI

Pemanfaatan Data Nasabah dan Transparansi AI Kunci Kepercayaan Industri Asuransi

Perusahaan asuransi disarankan mengutamakan data nasabah dan transparansi demi membangun kepercayaan pada adopsi kecerdasan buatan.

Foto dari laporan Media Asuransi News
Foto: Media Asuransi News

Menurut laporan Media Asuransi News, perusahaan asuransi disarankan untuk mengutamakan pemanfaatan data yang terhubung langsung dengan nasabah dalam penerapan kecerdasan buatan atau AI. Senior Vice President Lockton Companies LLC Olive Lam menilai bahwa pemanfaatan informasi publik "dapat mengikis kepercayaan" nasabah. Nasabah dikhawatirkan mempertanyakan validitas kesimpulan profil mereka bila ditarik dari sumber pihak ketiga, yang juga berisiko memicu kekeliruan interpretasi data sensitif atau ketidaktepatan analisis operasional.

Perhatian terhadap akurasi data menjadi krusial karena adopsi AI kian meluas pada layanan pelanggan, pemrosesan klaim, serta analisis risiko. Berdasarkan laporan Smart Communications LLC yang dirilis Juni, hanya 38 persen konsumen yang memandang AI memberikan manfaat dalam interaksi asuransi. Di sisi lain, sebanyak 84 persen konsumen mengharapkan perusahaan asuransi bersikap transparan apabila teknologi tersebut digunakan dalam tahapan layanan.

Partner EY-Parthenon Indonesia Strategy and Transactions Oki Stefanus menekankan perlunya tata kelola yang terstruktur, transparansi, dan akuntabilitas bagi perusahaan yang mengintegrasikan AI. Penerapan teknologi ini harus memperhatikan privasi data, penggunaan data pihak ketiga, serta kepatuhan terhadap regulasi. Stefanus juga menyarankan evaluasi sistem keamanan secara berkala seiring perkembangan teknologi AI dan perubahan profil risiko perusahaan.

Kenapa ini penting

Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi

  • Penggunaan data langsung milik nasabah membantu perusahaan asuransi dan agensi menyusun penilaian risiko serta produk proteksi secara lebih presisi. Pendekatan ini meminimalkan kesalahan analisis profil yang dapat merugikan reputasi bisnis di mata nasabah.
  • Tingginya permintaan nasabah terhadap keterbukaan menuntut agen pemasar dan penyedia layanan asuransi untuk berterus terang mengenai keterlibatan AI. Transparansi dalam proses interaksi menjadi kunci menjaga loyalitas dan membina hubungan jangka panjang dengan pemegang polis.
  • Penerapan tata kelola AI yang ketat dan pembaruan sistem keamanan berkala melindungi operasional asuransi dari risiko kebocoran data. Kepatuhan regulasi ini juga memastikan integrasi digital perusahaan berjalan lancar tanpa menghadapi sanksi kepatuhan hukum.
  • Kecerdasan Buatan
  • Tata Kelola Data
  • Kepercayaan Konsumen
  • Teknologi Asuransi
Solusi AtlasGo untuk asuransi

Perjalanan asuransi interaktif dengan AI

InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.

Pelajari InsureView