Biaya Dana Menekan Margin Perbankan dan Risiko Pembiayaan Meningkat
Kenaikan biaya dana menekan margin perbankan di tengah pelemahan IHSG dan meningkatnya risiko kredit UMKM akibat turunnya daya beli.

Menurut laporan Kontan, perbankan menghadapi tekanan pada pertumbuhan NII akibat naiknya biaya dana. Guna mempertahankan margin, kalangan perbankan mengambil langkah dengan memperkuat penghimpunan dana murah dan mendorong efisiensi. Pada saat yang sama, saham perbankan mengalami koreksi tajam hingga valuasinya kian murah, meski diskon harga tersebut belum tentu menjadi momentum beli karena risiko sektor yang masih tergolong tinggi.
Tantangan pembiayaan juga terlihat pada segmen usaha kecil, di mana risiko kredit UMKM ikut terkerek akibat pelemahan daya beli masyarakat. Di tengah situasi tersebut, permintaan pembiayaan beserta bunga gadai terus bergerak menyesuaikan kebutuhan nasabah. Regulator turut bersiap membagi industri fintech lending ke dalam empat tier berdasarkan indikator tertentu, termasuk tingkat kesehatan perusahaan dan komitmen pinjaman kepada pelaku UMKM.
Di sektor lain, pebisnis hotel memperlihatkan optimisme bahwa tingkat okupansi selama periode Nataru tahun ini mampu melampaui catatan tahun lalu. Sementara itu, pasar modal masih dibayangi tekanan berat, tercermin dari IHSG yang mencatatkan pelemahan 6,86% dalam sepekan terakhir serta anjlok 43,10% sejak awal tahun.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Pengetatan margin perbankan dan fokus pada efisiensi menuntut pengembang properti menyusun skema kerja sama pembiayaan yang lebih terukur. Pengembang perlu aktif menjalin kemitraan dengan bank yang memiliki rasio dana murah kuat agar penyaluran kredit konsumen tidak terhambat.
- Meningkatnya risiko kredit UMKM akibat tekanan daya beli menjadi sinyal kehati-hatian bagi agen yang memasarkan aset komersial. Pemasar disarankan menyasar profil penyewa atau pembeli dengan arus kas yang lebih stabil guna meminimalkan potensi gagal bayar unit usaha.
- Optimisme pengusaha hotel terhadap lonjakan keterisian kamar menjelang libur akhir tahun membuka peluang bagi investor aset hospitality. Pengembang dapat memanfaatkan sentimen musiman ini untuk mempromosikan portofolio penginapan maupun fasilitas komersial pendukung di kawasan wisata.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


