Imbal Hasil SRBI Tenor 12 Bulan Turun Menjadi 6,76 Persen di Pasar Domestik
Imbal hasil SRBI tenor 12 bulan melandai ke 6,76 persen saat pasar saham masih tertekan dan pertumbuhan laba perbankan diproyeksikan melambat.

Menurut laporan Kontan pada 30 September 2026, tingkat keuntungan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia bertenor 12 bulan mengalami penurunan hingga bertengger di kisaran 6,76 persen. Angka tersebut merosot bila dibandingkan dengan posisi tertingginya yang pernah menyentuh level 7,74 persen. Pada saat yang bersamaan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan juga terus berada dalam tekanan yang belum menampakkan sinyal peredaan.
Pasar modal dalam negeri turut dibayangi potensi perginya investor asing dari portofolio saham sektor perbankan, barang konsumer, komoditas, dan telekomunikasi. Terkait industri keuangan, analis memproyeksikan pertambahan laba perbankan pada 2026 melambat menjadi 4 persen, turun dari pencapaian 11 persen pada semester pertama 2026. Di samping itu, pemerintah dan pelaku industri teknologi dinilai perlu mengambil tindakan radikal berupa pembenahan sistem pensiun.
Faktor makro lain memperlihatkan neraca perdagangan Agustus 2026 berpotensi defisit sekitar US$ 0,9 miliar setelah mencatat surplus US$ 0,12 miliar pada Juli 2026. Untuk pasar ekuitas teknologi, analis menyarankan sikap menunggu bagi pemodal yang belum mengoleksi saham GOTO lantaran tingkat risiko yang dinilai masih tinggi.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Penyusutan imbal hasil pasar uang menuntut perusahaan asuransi segera mengevaluasi penempatan portofolio investasi agar imbal hasil polis nasabah tetap terjaga di tengah pelemahan bursa saham.
- Agensi dan tenaga pemasar perlu mengantisipasi dinamika return unit link dengan mengarahkan fokus penawaran pada produk proteksi tradisional yang memberikan kepastian manfaat bagi pemegang polis.
- Wacana pembaruan tata kelola dana pensiun membuka peluang strategis bagi industri asuransi jiwa untuk merancang solusi pensiun tambahan yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor digital.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


