Lewati ke konten
Otomotif

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah, perbankan, dan pelaku industri berkolaborasi memperkuat rantai pasok dan ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir.

Foto dari laporan CNBC Indonesia
Foto: CNBC Indonesia

Menurut laporan CNBC Indonesia, para pelaku industri otomotif menghadapi tantangan berupa hambatan pasokan komponen dan pelemahan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global. Dalam acara diskusi pada Kamis, 17 September 2026, berbagai pihak menekankan perlunya kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Direktur Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Antonius Sehonamin menyatakan perbankan siap mendukung seluruh rantai bisnis dari sektor hulu, pabrikan, hingga jaringan distributor dan dealer.

Dari sisi regulator, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan prinsip pemberdayaan agar industri besar merangkul UMKM serta membuka lapangan kerja. DPR juga berkomitmen mengharmonisasi regulasi, memantau aturan ketenagakerjaan khusus, dan mengkaji tingkat komponen lokal. Sementara itu, Direktur IMATAP Kementerian Perindustrian Mahardi Tunggul Wicaksono mengingatkan pentingnya kesiapan hilir, terutama regulasi daur ulang baterai karena limbahnya tergolong bahan berbahaya dan beracun.

Wakil Sekretaris Jenderal AEML Dhery Rachman menambahkan bahwa sinkronisasi sarana baterai, stasiun pengisian daya, pembiayaan, dan bengkel sangat menentukan kenyamanan konsumen di tengah tekanan daya beli. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk Ang Andri Pribadi memproyeksikan penjualan kendaraan listrik akan melampaui kendaraan konvensional pada 2030, disusul dominasi populasi kendaraan listrik pada 2035.

Kenapa ini penting

Untuk dealer, tenaga penjual, dan tim pemasaran otomotif

  • Kesiapan dukungan perbankan hingga tingkat dealer mempermudah akses pembiayaan unit dan stok operasional. Tenaga penjual dapat memanfaatkan kerja sama finansial ini untuk menyusun penawaran kredit yang lebih kompetitif kepada calon pembeli kendaraan listrik.
  • Sinkronisasi infrastruktur purnajual seperti bengkel dan stasiun pengisian daya menjadi pesan utama tim pemasaran. Konsumen memerlukan jaminan kemudahan perawatan dan operasional sebelum mereka memutuskan beralih dari mobil konvensional ke unit listrik.
  • Proyeksi dominasi penjualan pada 2030 dan populasi kendaraan listrik pada 2035 menuntut dealer menyiapkan transisi bisnis sejak dini. Pengelola dealer harus mampu menyeimbangkan strategi pemasaran antara kendaraan bermesin konvensional dan unit listrik yang masih akan berkoeksistensi lama.
  • Kendaraan Listrik
  • Ekosistem EV
  • Industri Otomotif
  • Pembiayaan Dealer
Solusi AtlasGo untuk otomotif

Showroom virtual dan prospek yang lebih terukur

DealerView menghadirkan showroom 360° dan pengalaman kendaraan interaktif yang membantu dealer menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli menjadi prospek berkualitas.

Pelajari DealerView