Lewati ke konten
Properti

Kredit Properti Capai Rp1.724,7 Triliun pada Agustus 2026 dengan Pertumbuhan 18,3 Persen

BI mencatat kredit properti Agustus 2026 mencapai Rp1.724,7 triliun dengan pertumbuhan 18,3 persen yang menunjukkan perlambatan tipis.

Foto dari laporan Infobanknews
Foto: Infobanknews

Menurut laporan Infobanknews pada 3 Oktober 2026, Bank Indonesia melalui Analisis Perkembangan Uang Beredar mencatat nilai penyaluran kredit properti pada Agustus 2026 berada di angka Rp1.724,7 triliun. Realisasi ini mencerminkan kenaikan sebesar 18,3 persen secara tahunan, sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026 yang sempat menyentuh 18,4 persen. Seluruh komponen kredit di sektor properti dilaporkan mengalami penurunan laju pertumbuhan.

Secara lebih terperinci, kredit konstruksi tercatat bernilai Rp585,3 triliun atau naik 49,5 persen secara tahunan, melambat tipis dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,7 persen. Selain itu, pembiayaan real estate naik 15,8 persen menjadi Rp281,1 triliun, melambat dari capaian Juli 2026 sebesar 16 persen. Pada segmen pembiayaan konsumen, fasilitas KPR dan KPA terdata mencapai Rp858,3 triliun dengan laju 4,2 persen, lebih rendah daripada Juli 2026 yang sebesar 4,3 persen.

Di sisi lain, total kredit perbankan secara menyeluruh justru meningkat menjadi Rp9.019,3 triliun atau naik 13,3 persen secara tahunan, dipicu oleh penguatan kredit korporasi, modal kerja, dan investasi. Namun, kredit konsumsi secara agregat melemah ke angka 5,0 persen seiring melambatnya pertumbuhan kredit kepemilikan rumah, multiguna, serta kontraksi kredit kendaraan bermotor.

Kenapa ini penting

Untuk developer, agen, dan pemasar properti

  • Perlambatan pada segmen KPR dan KPA menjadi sinyal bagi pemasar properti untuk memperkuat strategi promosi agar minat beli konsumen tetap terjaga di tengah melandainya pertumbuhan pembiayaan perumahan.
  • Tingginya pertumbuhan kredit konstruksi memperlihatkan aktivitas pembangunan oleh developer yang masih ekspansif, sehingga ketersediaan pasokan unit di pasar diperkirakan terus bertambah dan membutuhkan strategi penjualan yang lebih kompetitif.
  • Agen properti perlu mencermati tren pergeseran pembiayaan perbankan ke sektor korporasi dan investasi, mengingat pelemahan kredit konsumsi berpotensi memengaruhi daya beli calon konsumen perorangan terhadap produk hunian.
  • Kredit Properti
  • Bank Indonesia
  • KPR
  • Perbankan
Solusi AtlasGo untuk properti

Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius

ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.

Pelajari ProperView