Pemerintah Perpanjang Bebas PPN Perumahan hingga 2027, Pengembang Berikan Catatan Evaluasi
Pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP hingga 2027 untuk rumah hingga Rp 5 miliar dengan batasan bebas pajak sebesar Rp 2 miliar.

Menurut laporan detikcom, pemerintah memutuskan memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP untuk sektor perumahan sampai tahun 2027. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pada Rabu, 30 September 2026, bahwa fasilitas bebas pajak penuh berlaku untuk rumah seharga sampai Rp 2 miliar, sementara pembelian properti hingga Rp 5 miliar memperoleh pemotongan bebas pajak sebesar Rp 2 miliar.
Menanggapi kebijakan tersebut pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono menyambut baik langkah pemerintah dan berharap pembebasan pajak diperpanjang melewati 2027. Menurut Ari, insentif pada hunian bernilai Rp 5 miliar mampu mempercepat laju penjualan properti komersial karena transaksi satu pembeli komersial setara dengan nilai pembelian empat puluh unit rumah subsidi seharga Rp 150 sampai 200 jutaan.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP APERSI Deddy Indrasetiawan menginginkan batas harga Rp 5 miliar dievaluasi ulang agar fokus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Deddy menilai kalangan menengah atas lebih mudah menikmati fasilitas tersebut tanpa syarat rumit seperti Sertifikat Laik Fungsi yang justru wajib dipenuhi pembeli rumah subsidi, meskipun ia tetap berharap kepastian bebas pajak 100 persen terus berlanjut setiap tahun.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Kepastian insentif hingga 2027 memberi ruang bagi developer dan agen untuk merancang strategi pemasaran jangka panjang pada unit komersial maupun subsidi. Kejelasan ini membantu meyakinkan calon konsumen agar segera merealisasikan transaksi properti.
- Skema pemotongan pajak hingga plafon Rp 2 miliar untuk rumah komersial menjadi peluang bagi pemasar dalam membidik segmen pembeli berdaya beli tinggi. Transaksi pada kategori ini berpotensi mendongkrak total nilai penjualan secara lebih cepat.
- Perbedaan persyaratan teknis seperti kewajiban Sertifikat Laik Fungsi menuntut developer dan agen rumah bersubsidi menata alur administrasi secara lebih terstruktur. Langkah ini penting guna meminimalkan hambatan proses legalitas dan percepatan akad konsumen.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


