Himperra Ungkap Penjualan Rumah Subsidi Terkendala Daya Beli dan Minat Konsumen Muda
Himperra mencatat penurunan penjualan rumah subsidi akibat kendala daya beli konsumen serta pergeseran prioritas generasi muda.

Menurut laporan detikcom pada 3 Oktober 2026, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Ari Tri Priyono, mengungkapkan bahwa banyak konsumen rumah subsidi melepas atau mengalihkan kredit perumahan mereka. Konsumen mengambil langkah penutupan pinjaman, transaksi bawah tangan, atau pindah ke hunian lebih murah karena merasa berat mengangsur. Ari menegaskan bahwa persoalan utama pasar saat ini terletak pada permintaan dan daya beli masyarakat, bukan pada kapasitas pasokan pengembang.
Pemerintah telah memperbesar kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit dengan bunga tetap 5 persen untuk rumah tapak seharga maksimal Rp 240 jutaan, serta 6 persen untuk rusun seharga Rp 400 jutaan hingga Rp 1 miliar dengan tenor hingga 40 tahun serta bebas BPHTB dan PBG. Meski demikian, data BP Tapera per 29 September 2026 menunjukkan realisasi FLPP baru mencapai 161.746 unit senilai Rp 20,139 triliun. Ari melihat kelesuan penjualan ini juga dipicu oleh perubahan prioritas generasi muda yang lebih mendahulukan berlibur, menyewa hunian, atau tinggal bersama orang tua.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Developer perlu memperketat proses penyaringan kemampuan finansial calon pembeli sejak awal. Langkah mitigasi ini penting guna menekan risiko gagal bayar, alih kredit bawah tangan, atau pembatalan sepihak yang dapat mengganggu arus kas proyek.
- Pemasar dan agen properti harus mengubah narasi promosi dengan mengedukasi generasi muda mengenai nilai investasi kepemilikan hunian. Penawaran perlu dirancang agar mampu bersaing dengan prioritas pengeluaran gaya hidup jangka pendek.
- Pelaku industri properti dapat memaksimalkan sosialisasi kepastian bunga tetap dan pembebasan biaya legalitas sebagai nilai jual utama. Strategi ini krusial untuk menepis kekhawatiran konsumen terkait beban angsuran jangka panjang.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


