LippoLand Garap Segmen Menengah dan Multigenerasi di Tengah Backlog 9 Juta Hunian
LippoLand merespons backlog 9 juta keluarga dengan menyiapkan proyek hunian multigenerasi serta menyasar pasar menengah di tujuh lokasi.

Menurut laporan Media Indonesia pada 3 Oktober 2026, persoalan backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai sekitar 9 juta keluarga. Menghadapi tantangan tersebut, LippoLand memperluas perannya menjadi property enabler pada usia ke-39 tahun. Perusahaan yang memulai kiprah sejak 1987 ini telah menjual sekitar 5.000 unit rumah berharga mulai sekitar Rp100 juta dengan cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan, serta menghibahkan lahan sekitar 30 hektare di Lippo Cikarang kepada negara.
CEO LippoLand David Iman Santosa menyatakan bahwa penanganan backlog memerlukan kolaborasi perbankan, pemerintah, dan mitra industri. Selain segmen terjangkau, perusahaan membidik pasar menengah dengan rentang harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar yang dinilai memiliki potensi besar. LippoLand juga menyiapkan produk Brentwood Villas, yaitu hunian keluarga multigenerasi dua dan tiga lantai yang akan dihadirkan di tujuh lokasi di Indonesia.
Proyek Brentwood Villas melibatkan perancang Alex Bayu dari Genius Loci dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia. CMO LippoLand Jopy Rusli menjelaskan bahwa konsep hunian ini berfokus pada fungsi sehari-hari, kualitas, dan tata ruang bertingkat untuk mengakomodasi kebutuhan interaksi lintas generasi di dalam satu rumah.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Potensi besar di rentang harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar menunjukkan ceruk pasar menengah yang sangat kompetitif. Pengembang dan pemasar perlu menonjolkan diferensiasi desain serta kepastian skema pembiayaan perbankan agar mampu bersaing memikat pembeli.
- Konsep hunian multigenerasi dengan pembagian zona bertingkat menjadi peluang produk baru bagi pasar keluarga besar. Agen properti dapat mengedukasi konsumen yang membutuhkan privasi fungsi ruang berbeda namun tetap ingin tinggal bersama dalam satu atap.
- Kolaborasi ekosistem antara pengembang, perbankan, konsultan, dan penyedia kota menjadi kunci penting menghadapi kendala pasar. Pemasar properti dapat memanfaatkan kemitraan pembiayaan yang fleksibel untuk mempermudah konsumen menjangkau produk hunian terjangkau maupun menengah.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


