OJK Nilai Kebutuhan Aktuaris Terkendali di Tengah Proyeksi 38 Asuransi Syariah
OJK mencatat 157 aktuaris aktif dan mengizinkan skema shared services untuk mengantisipasi proyeksi 38 entitas asuransi syariah pada akhir 2026.

Menurut laporan Warta Ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan sebanyak 38 perusahaan akan terbentuk melalui pemisahan unit usaha syariah pada akhir 2026. Kondisi tersebut diperkirakan berpotensi menaikkan kebutuhan tenaga aktuaris pada industri asuransi maupun reasuransi syariah, walaupun pergeseran ini dinilai belum memperlihatkan dampak signifikan terhadap persaingan tenaga kerja.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa entitas hasil pemisahan masih diperbolehkan memakai tenaga aktuaris dari perusahaan induk atau konvensional. Mengacu pada data per 1 Oktober 2026, terdapat 157 Aktuaris Perusahaan aktif yang telah mengantongi persetujuan regulator. OJK juga terus memantau ketersediaan serta kesiapan sumber daya manusia ini seiring laju perkembangan industri syariah.
Ogi juga menegaskan bahwa perusahaan asuransi umum syariah dapat memanfaatkan mekanisme shared services atau layanan bersama dengan induk usaha untuk pemenuhan Aktuaris Perusahaan. Penggunaan opsi tersebut diwajibkan memenuhi syarat kompetensi aktuaris di ranah syariah sekaligus menjalankan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai.
Kenapa ini penting
Untuk perusahaan asuransi, agensi, dan agen pemasar asuransi
- Bagi perusahaan asuransi syariah, izin penggunaan aktuaris induk dan skema layanan bersama dapat menekan beban biaya operasional, sehingga transisi pemisahan entitas tidak memicu kendala akibat keterbatasan tenaga ahli aktuaria.
- Bagi agensi dan tenaga pemasar, kelancaran operasional fungsi aktuaris dari entitas induk memastikan proses pengembangan produk syariah tetap berlanjut, sehingga portofolio proteksi yang siap ditawarkan kepada calon nasabah tidak terganggu.
- Kewajiban pemenuhan kompetensi syariah dan manajemen risiko yang ditegaskan regulator memberikan kepastian tata kelola bagi industri, memastikan produk yang dirancang tetap memiliki landasan aktuaria yang tepat.
Perjalanan asuransi interaktif dengan AI
InsureView menghadirkan perjalanan asuransi yang interaktif dan penangkapan prospek berbasis AI untuk perusahaan dan agensi asuransi.


