Kinerja Keuangan Maha Properti Membaik Meski Masih Catat Rugi dan Defisit
Maha Properti memangkas rugi menjadi Rp33,06 miliar per September 2026, meski defisit meningkat menjadi Rp245,02 miliar.

Menurut laporan Emitennews pada 28 Oktober 2026, emiten properti keluarga Sri Tahir, Maha Properti (MPRO), mencatatkan rugi sebesar Rp33,06 miliar per 30 September 2026. Angka kerugian tersebut menciut 39,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,87 miliar. Seiring penurunan kerugian, rugi per saham dasar pengembang proyek The Kahyangan ini berubah menjadi Rp0,00333 dari sebelumnya Rp0,00552.
Pendapatan perseroan mengalami kenaikan 44,62 persen menjadi Rp3,63 miliar dari sebelumnya Rp2,51 miliar. Meskipun beban pokok penjualan dan beban langsung membengkak menjadi Rp2,53 miliar dari Rp1,98 miliar, laba kotor tercatat melonjak menjadi Rp1,1 miliar dari Rp527,38 juta. Di sisi operasional, beban penjualan turun menjadi Rp370,96 juta dan beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp11,34 miliar, sehingga rugi usaha membaik menjadi Rp18,47 miliar dari Rp40,26 miliar.
Secara neraca, emiten asuhan dewan pertimbangan presiden tersebut mencatatkan defisit sebesar Rp245,02 miliar, membengkak dari posisi akhir 2025 senilai Rp211,96 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp520,11 miliar dari posisi Rp489,74 miliar, sementara total ekuitas tergerus menjadi Rp1,15 triliun dari Rp1,18 triliun. Total aset perseroan berada di level Rp1,67 triliun, turun tipis dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp1,67 triliun.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Pengurangan beban operasional dan peningkatan laba kotor membuktikan pentingnya efisiensi biaya proyek bagi pengembang yang menghadapi tekanan pasar, agar kerugian operasional dapat terus ditekan.
- Bagi pemasar dan agen, peningkatan pendapatan penjualan proyek properti menunjukkan adanya penyerapan pasar yang mulai pulih, sehingga strategi penawaran unit perlu dijaga agar momentum penjualan terus bertumbuh.
- Pertumbuhan liabilitas dan akumulasi defisit mengingatkan pelaku industri pentingnya menjaga struktur permodalan yang sehat serta pengelolaan kewajiban secara hati-hati agar kesinambungan operasional jangka panjang tetap terjaga.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


