Kredit Properti Melambat Jadi 16,4 Persen pada September 2026, KPR dan KPA Tetap Naik
Penyaluran kredit properti melambat ke 16,4 persen pada September 2026, namun KPR dan KPA justru naik tipis menjadi 4,3 persen menurut data BI.

Menurut laporan Kontan pada 28 Oktober 2026, penyaluran kredit properti perbankan pada September 2026 tetap tumbuh dua digit sebesar 16,4% secara tahunan (yoy) mencapai Rp 1.703,7 triliun. Meski demikian, laju ini melambat jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2026 yang tumbuh 18,3% yoy. Berdasarkan data Analisis Uang Beredar Bank Indonesia (BI), perlambatan ini sejalan dengan total kredit perbankan yang tumbuh 12,7% yoy menjadi Rp 9.078,2 triliun, turun dari 13,3% yoy pada bulan sebelumnya.
Penurunan laju kredit properti dipengaruhi oleh pelemahan pada dua penopang utamanya. Kredit konstruksi tercatat tumbuh 42,3% yoy menjadi Rp 557,2 triliun, melambat dari 49,5% yoy pada Agustus 2026. Sementara itu, kredit real estat tumbuh 15,5% yoy menjadi Rp 283,4 triliun, lebih rendah dari 16% yoy pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) justru mengalami kenaikan tipis, tumbuh 4,3% yoy menjadi Rp 863,1 triliun dari posisi 4,2% yoy pada Agustus 2026.
Kenaikan KPR dan KPA ini terjadi di saat kredit konsumer secara umum melemah dari 5% yoy menjadi 4,7% yoy dengan nilai Rp 2.415,9 triliun. Pada periode yang sama, kredit multiguna melambat menjadi 6,5% yoy sebesar Rp 1.426,7 triliun, sedangkan kredit kendaraan bermotor mengalami kontraksi 9,7% yoy menjadi Rp 127,1 triliun.
Kenapa ini penting
Untuk developer, agen, dan pemasar properti
- Bagi pengembang, perlambatan kredit konstruksi dan real estat menuntut perencanaan arus kas proyek yang lebih berhati-hati, terutama dalam mengatur pembiayaan pembangunan unit baru agar tetap sejalan dengan kemampuan penyerapan perbankan.
- Bagi agen dan pemasar properti, ketahanan pertumbuhan KPR dan KPA menjadi sinyal positif bahwa minat konsumen pada hunian tetap ada, sehingga strategi pemasaran terfokus pada kemudahan akses pembiayaan bank perlu terus dioptimalkan.
- Perbedaan tren antara KPR dan kredit konsumer lain menunjukkan prioritas masyarakat pada kepemilikan hunian, memberi peluang bagi pemasar untuk menonjolkan nilai aset properti jangka panjang dibanding barang konsumsi lainnya.
Tur properti 360° yang menghasilkan prospek serius
ProperView menghadirkan tur properti 360° dan denah interaktif yang membantu developer dan agen menarik, memahami, dan mengonversi calon pembeli.


